JjWTgvtsN4cdyJGSRCgfnRU0dfjVeohCag183xz7
Bookmark

Ulasan Enola Holmes, Petualangan Mencari Jati Diri

Enola Holmes, menceritakan petualangan Enola menemukan sang Ibu di London, penyelamatan Tewkesbury, penemuan jati diri, dan perjuangan feminisme.
Ulasan Enola Holmes

Enola Holmes (Millie Bobby Brown), pada ulang tahunnya yang ke-16 tiba-tiba ditinggalkan oleh ibunya, Eudoria Vernet Holmes (Helena Bonham Carter). Enola sejak kecil hidup dengan ibunya, sang ayah sudah meninggal, dan kedua kakaknya Mycroft Holmes (Sam Claflin) dan Sherlock Holmes (Henry Cavill) bekerja di London. Hari dimana ibunya menghilang, kedua kakaknya pulang dan menemui Enola. Mycroft yang menjadi wali Enola, membawanya ke Sekolah Kepribadian Putri milik Nona Harrison. Mycroft berharap adik perempuannya menjadi wanita sebagaimana mestinya. Memakai gaun, berbicara yang sopan, menyulam, dan kelak menikah dengan pria. Sementara itu, Sherlock berperan untuk menemukan ibunya. Namun, hal tersebut tidak diinginkan oleh Enola. Ia akhirnya melarikan diri ke London untuk menemukan ibunya berbekal pesan-pesan tersembunyi yang ditinggalkan ibunya. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Viscount Tewkesbury, Marquess of Basilwether (Louis Partridge) yang juga melarikan diri dan dikejar oleh pembunuh. 

Feminisme dan Perjuangan Kesetaraan

Petualangan Enola di London, ternyata terbagi menjadi dua kasus yaitu menemukan ibunya dan menyelamatkan Tewkesbury. Saat itu kondisi di London sedang kacau dikarenakan para dewan sedang mengkaji UU Reformasi dan Perluasan Hak Pilih. Tewkesbury yang merupakan keturunan bangsawan dan penerus ayahnya yang sudah meninggal, memiliki satu suara penentu. Dia adalah pemuda yang reformis dan mendukung perluasan hak pilih, serta pro terhadap kesetaraan gender. Oleh karena itu, dia menjadi incaran bagi penentang reformasi termasuk neneknya sendiri. Singkat cerita, Ibu Enola bersama teman-temannya ternyata juga penganut feminisme yang sedang memperjuangkan hak suara wanita di Inggris.

Petualangan Menemukan Diri Sendiri

Pada akhir cerita, Enola berhasil memecahkan kasus percobaan pembunuhan Tewkesbury yang ternyata tersangkanya tidak lain adalah neneknya sendiri. Setelah itu, Enola juga berhasil bertemu dengan ibunya. Enola memutuskan untuk menjadi seorang detektif layaknya Sherlock Holmes. Enola, yang sejak kecil diajari berbagai hal oleh ibunya, kini memutuskan pilihannya sendiri. Enola, jika dibaca terbalik menjadi "Alone" yang berarti sendirian. Nama tersebut memiliki arti bahwa hidupnya adalah miliknya sendiri. Ia berhak menentukan kebebasannya, masa depannya, dan tujuannya. 

Ulasan Enola Holmes

Fourth-Wall Breaking 

Hal yang menarik dalam film Enola Holmes ialah konsep Fourth-Wall Breaking. Fourth-Wall Breaking merupakan sebuah keadaan dalam sebuah film ketika salah satu karakternya seolah menyadari keberadaan penonton. Pada film ini, Enola berperan seolah menyadari keberadaan kita sebagai penonton. Sehingga, Enola seolah-olah juga berdialog dengan kita sebagai penonton.

Pesan Moral

Film yang diangkat dari novel karya Nancy Springer dengan judul yang sama ini, memiliki banyak sekali pesan moral. Pertama tentang bagaimana kita menjadi diri sendiri tanpa didikte oleh aturan-aturan sosial. Kita adalah manusia yang merdeka, merdeka terhadap diri sendiri dan keputusan yang kita buat. Oleh karena itu, kita berhak menentukan bagaimana jalan hidup dan tujuan kita sendiri.

Selanjutnya, film ini mengajarkan tentang bagaimana perjuangan feminisme, dimana para wanita memperjuangkan hak mereka, khususnya hak dalam memilih. Hal ini mengingatkan kita terhadap sejarah, bahwa ketidakadilan pernah terjadi, tetap terjadi, dan akan terjadi. Ketidakadilan tersebut, akan berubah jika manusianya sadar dan mau berjuang. Oleh karena itu, tugas kita hari ini ialah berusaha untuk sadar, dan selalu berjuang melawan setiap ketidakadilan.

"My life is my own, and the future is up to us"
Enola Holmes

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar